Breaking News
Showing posts with label Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Hikmah. Show all posts

Thursday, 3 March 2016

PROMOSI LGBT

Akhir-akhir ini banyak media yang seakan "polos" dalam memberitakan LGBT, mereka mengatakan kami jurnalis bersikap netral terhadap siapapun demi memperjuangkan diskriminasi kaum minoritas.
menarik memang jika argumen ini dikaji ulang, ketika argumen ini dilaksanakan seobjektif mungkin maka sudah pasti semua berita akan diberitakan tanpa pandang bulu dan tidak tebang pilih. Lebih pasti lagi ketika argumen diatas dilaksanakan maka pada pelaksanannya akan melihat sudut pandang keselamatan terhadap diskriminasinya bukan untuk membagakan kaum LGBT yang bersifat membodohkan masyarakat.
Masyarakat mesti dibimbing dalam pemberitaan bukan dibingungkan dengan mempromosikan sesuatu yang salah.
contoh-contoh berita yang mempromosikan
1. Berita bertema orang-orang LGBT yang sukses
2. Artis-artis LGBT
3. LGBT bukanlah sebuah kesalahan
4. Melihat dari sudut pandang kenetralan (seakan LGBT bukanlah sebuah penyakit)
Berikut contoh-contoh promosi LGBT

BACA SELENGKAPNYA
Read more ...

Monday, 29 February 2016

"LGBT TIDAK SALAH"


Jika Kita mengkaji pada kalimat Al-quran surah Albaqorah : 6-20 yang menerangkan ciri dari orang-orang yang tertutup (kafaro). Mari kita telaah salah satu ayatnya
QS. 2 : 7 "Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat azab yang berat
QS. 2: 11-12 "Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Janganlah berbuat kerusakan dibumi! Mereka menjawab "sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan kebaikan. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari
QS. 2: 13 " Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah  kamu sebagaimana orang lain telah beriman! Mereka menjawab, "Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang kurang akal itu beriman?" Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang kurang akal, tetapi mereka tidak tahu.

lgbt tidak salah

Pernahkah Anda mendengar tokoh-tokoh yang mengatakan adakah "kalimat Al-quran yang mengatakan bahwa LGBT itu salah ?"
Pernahkah Anda mendengar tokoh-tokoh yang mengatakan bahwa kaum nabi lut, bukanlah kaum Homoseksual tetapi kaum pedofil ?

Yap.., Itu keluar dari moncong tokoh-tokoh liberal, yang pasti anda kenal,

QS. 7:80-81. Dan kami juga telah menutus Lut, keika dia berkata kepada kaumnya, mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia) ini. "Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas"

Menarik, jika dalil diatas dengan  mudah untuk dipahami, bahwa homosek itu dilarang karena itu adalah pekerjaan yang melampaui batas, tetapi diputar balikan hingga tokoh itu mengatakan tidak ada kalimat Alquran yang membahas Homosek apalagi sebuah kesalahan.

lgbt tidak salah
Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh ini, mungkin ini lah yang Allah jelaskan dalam QS 2:6-20, dimana pintu hati, penglihatan dan pendengaran mereka ditutup, hingga mereka sulit memahami al-quran, Naudzubillahi mindzalik,

lgbt tidak salah

Kita juga sering mendengar bahwa apa yang mereka lakukan adalah sedang memperbaiki dunia, padahal kata Allah merekalah yang sedang merusak. Maka dapat kita simpulkan hanya Allah yang dapat membukakan pintu hati mereka.
Hikmah apa yang dapat kita ambil, marilah kita  kepada Alquran, senangilah untuk medengarkan ayat-yatnya, agar hati dan pikiran kita terus dilindungi Allah SWT.
Alquran bukanlah sesuatu yang sulit untuk dipahami karena Alquran diturunkan untuk kita, untuk manusia yang berpikir dan beriman
Wallahu A'lam Bishawab

lgbt tidak salah




Read more ...

Saturday, 27 February 2016

Persahabatan Sangat Penting

Lingkungan yang positif, persahabatan yang baik, sangat mempengaruhi diri anda




Read more ...

Gadis Jepang menangis dan masuk Islam


Gadis Jepang menangis dan masuk Islam 

Semoga membawa pelajaran bagi kita yang sudah mengenal islam dari kecil


Read more ...

Friday, 26 February 2016

Manusia Bertangan Emas



Siapa yang tidak mengenal Abdurrahman bin Auf, sahabat rasul yang pandai dalam berbisnis, dan termasuk kelompok delapan orang yang mula-mula masuk Islam. Ia juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah masuk surga dan enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al-Khathab. Di samping itu, ia adalah seorang mufti yang dipercayai Rasulullah berfatwa di Madinah selama beliau masih hidup, begitulah sepintas kehebatan abdurahman.

Memilih berislam dan berkepemimpina rasul Muhammad sebelum Rasulullah menjadikan rumah Al-Arqam sebagai pusat dakwah. dan hebatnya lagi ia menerima islam sebagai sistem hidupnya dua hari setelah Abu Bakar, pada masa Jahiliyah ia dikenal dengan nama Abd Amr. Setelah masuk Islam, Rasulullah memanggilnya Abdurrahman bin Auf. 

Seperti kaum Muslimin yang pertama-tama masuk Islam lainnya, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap sabar dan tabah. Abdurrahman turut hijrah ke Habasyah bersama kawan-kawan seiman untuk menyelamatkan diri dan agama dari tekanan Quraiys.

Ketika ummat islam hijrah ke Madinah (nama kota yatsrib setelah ditaklukan islam) maka ada beberapa program yang dilakukan oleh rasul diantaranya membuat kantor pemerintahan, dan konsolidasi ummat untuk melakukan staffing . Abdurrahman bin Auf dipasangkan dengan Sa'ad bin Rabi Al-Anshari sebagai staff.

Sa'ad termasuk orang kaya diantara penduduk Madinah, ia berniat membantu saudaranya dengan sepenuh hati dia menawarkan jika Abdurrahman membutuhkan logistik maka dia akan memberikan setengah dari hartanya dan jika Abdurrahman membutuhkan istri maka Saad akan menceraikan salah satu istrinya untuk Abdurrahman , namun Abdurrahman menolak. Ia hanya berkata, "Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini!"

Ketika Abdurrahman sampai dipasar beliau dengan gesitnya mengembangkan bisnisn salah metode yang ia lakukan pada awalnya adalah dengan kerjasama bagi hasil pada pedagang-pedagang yang ada dipasar karena Abdurrahman belum memiliki modal. Sudah dapat diduga perkembangan bisnisnya semakin besar hingga Abdurrahman mengungkap keinginannya untuk menikah dan mendatangi Rasulullah. 

"Saya ingin menikah, ya Rasulullah," katanya.
"Apa mahar yang akan kau berikan pada istrimu?" tanya Rasul SAW.

"Emas seberat biji kurma," jawabnya.

Rasulullah bersabda, "Laksanakanlah walimah (kenduri), walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu."

Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya sampai ia dijuluki 'Sahabat Bertangan Emas'.

Pada saat Perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah, di antaranya Umar bin Utsman bin Ka'ab At-Taimy. Begitu juga dalam Perang Uhud, dia tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat yang dikenal paling kaya dan dermawan. Ia tak segan-segan mengeluarkan hartanya untuk jihad di jalan Allah. Pada waktu Perang Tabuk, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka. Dengan patuh Abdurrahman bin Auf memenuhi seruan Nabi SAW. Ia memelopori dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.

Mengetahui hal tersebut, Umar bin Al-Khathab berbisik kepada Rasulullah, "Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya."

Rasulullah bertanya kepada Abdurrahman, "Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?"

"Ya," jawabnya. "Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan."

"Berapa?" tanya Rasulullah.

"Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah."

Pasukan Muslimin berangkat ke Tabuk. Dalam kesempatan inilah Allah memuliakan Abdurrahman dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman bin Auf yang menjadi imam shalat berjamaah. Setelah hampir selesai rakaat pertama, Rasulullah tiba, lalu shalat di belakangnya dan mengikuti sebagai makmum. Sungguh tak ada yang lebih mulia dan utama daripada menjadi imam bagi pemimpin umat dan pemimpin para nabi, yaitu Muhammad SAW.

Setelah Rasulullah wafat, Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, "Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?"

"Abdurrahman bin Auf," jawab si petugas.

Aisyah berkata, "Rasulullah pernah bersabda, 'Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar."

Begitulah, doa Rasulullah bagi Abdurrahman bin Auf terkabulkan. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Walau termasuk konglomerat terbesar pada masanya, namun itu tidak memengaruhi jiwanya yang dipenuhi iman dan takwa.

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, "Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu." Amin.
Read more ...

Sulitnya Menolong


Kadang tolong menolong pada hari ini sesuatu yang mahal, tidak bisa dipungkiri mungkin salah satu penyebab nya adalah tingkat kejahatan dinegeri ini yang menjadikan kekhawatiran saat menolong, kadang terbersit dalam benak si penolong bahwa yang ditolong sedang menipu, atau saat menolong yang akan ada konsekuensi-konsekuensi berikutnya. Apa yang mesti kita lakukan ?

1. Pandai-pandailah dalam memilih yang akan kita tolong agar kita tidak terkena kejahatan
2. Ikhlaslah dalam menolong dan biarlah Allah yang membalasnya
Read more ...

Thursday, 25 February 2016

Motor Warisan


Asep tergopoh-gopoh menuju motor setelah melihat jam yang menandakan bahwa dia terlambat untuk mengikuti mentoring yang diadakan setiap kamis sore di kampusnya, dengan semagat hijrah Asep berusaha menghidupkan motor gaek yang sudah menjadi warisan dari kakaknya. Dan pada hari itu Allah menakdirkan berbeda, motor yang biasanya lama hidup pada hari ini langsung tokcer cukup satu kali ''Selah" motor itu langsung hidup.

Asep girang dan langsung tancap gas, namun naas ujiannya belum selesai sampai disana, selain gaek motor Asep juga memiliki problem yang cukup rumit, salah satunya BPKB motor yang digadai orang tua, Plat nomor motor yang sudah kadarluasa, ditambah Asep tidak memiliki SIM, maka tantangannya bukan hanya motor yang sering mogok tetapi juga Bapak-bapak polisi yang selalu rajin melakukan razia. Tapi syukurlah kalau jalan pintas untuk melewati titik razia Asep sudah hapal betul, mungkin bukan hanya asli orang sana tetapi juga karena pelajaran berpetualang dengan motor gaeknya.

Dengan pede Asep gas pul motornya, tetapi pada hari itu terjadi sesuatu diluar dugaan Asep, razia polisi bukan pada titik yang biasanya, Asep sulit berkelit untuk mencari jalan pintas melewati razia, deg-degkan jantung Asep bertambah kencang berdegup, pada keadaan terjepit dengan repleks Asep berdoa ''Ya Allah bantu aku, tolong aku, dari razia ini" dzikir pun ia lantunkan berulang-ulang, tanpa disangka pertolongan itupun datang, tiba-tiba mobil truk besar datang dari belakangnya dan kondisi dijalan pun macet akhirnya Asep menyelinap dibelakang truk dan Alhamdulillah Asep berhasil melewati razia.

Sepanjang jalan Asep mulai melamunkan apa yang terjadi padanya jika dia terkena razia, apakah motor satu-satunya ini ditahan atau mesti membayar denda, atau juga disidang, pikirannyapun melayang hingga akhirnya rasa syukur yang sangat tidak bisa dia tutupi, tetapi entah kenapa pikirannya mulai menerawang pada kejadian sebelum ia berangkat, dia mencoba untuk mengevaluasi kalau-kalau ada satu kehilafan yang dia lakukan, betul saja Asep melupakan satuhal ia lupa membaca doa sebelum berangkat.

Kawan kita tidak tahu apa yang terjadi pada kita, maka jangan lepaskan dzikir dari mulut kita, jangan lupakan Allah disetiap langkah kerja kita

Read more ...
TERIMA KASIH SEMOGA MENJADI INSPIRASI